Senin, 06 November 2017

Bantuan Hypnobirthing Saat Melahirkan

Melahirkan dengan tenang adalah impian semua wanita
Melahirkan dengan tenang adalah impian semua wanita
Hai Bunda - Banyak yang bilang melahirkan tuh sakit banget. Jikalau dengar omongan orang sekitar kayak gitu soal bagaimana proses melahirkan kayak gitu, bukan nggak mungkin ibu hamil alias bumil ketakutan bahkan khawatir. Timbul deh pertanyaan 'Duh, nanti proses persalinanku kayak gimana ya?'.

Nah, berawal dari banyaknya kasus seperti itu terciptalah hypnobirthing di Indonesia yang dipelopori oleh Lanny Kuswandi. Kata Lanny, pada dasarnya pikiran bawah sadar kita banyak merekam bahwa melahirkan itu sakit.

"Jadi waktu hamil aja udah ada pikiran, 'Aduh bentar lagi melahirkan nih pasti sakit' Dan saat itu juga bayi udah mereka apa yang kita pikirkan," papar Jamilatus Sa'diyah, salah satu doula di Pro V Clinic waktu ngobrol sama HaiBunda.

Kata perempuan yang akrab dipanggil Agnes ini prosesnya sama seperti kita terhipnosis oleh merk tertentu, Bun. Contohnya, untuk merujuk pasta gigi atau air mineral, kebanyakan orang langsung tertuju sama rand tertentu. Sehingga, menurut Agnes sugesti kalau melahirkan pasti sakit, yang perlu diubah adalah 'program' alam bawah sadarnya.

"Critical area pembatas bawah sadar dan sadar diistirahatkan supaya sugesti baru yang kita kasih mudah masuk ke dalam. Karena kalau lagi berpikir sadar gini kan critical area lagi bekerja. Biasanya kalau aku kasih informasi bahwa melahirkan nggak sakit ya akan mental," papar Agnes.

Karena itu kata Agnes, dengan relaksasi salah satunya relaksasi hypnobirthing, ibu hamil bisa relaks sehingga sugesti yang dimasukkan ke pikiran lama-lama tertanam dan akhirnya si ibu hamil bisa berpikir bahwa melahirkan itu nyaman. Menurut Agnes, kunci dalam relaksasi hypnobirthing harus latihan rajin supaya pikiran bawah sadar terganti, kalau nggak rajin ya banyak juga yang teriak-teriak di kamar bersalin kalau latihannya cuma sesekali," tutur Agnes.

Pada intinya, lebih dini ibu hamil ikut hypnobirthing akan lebih baik. Apalagi kalau ibu hamil masih terikat dengan kecemasan maka akan lebih baik jika dari awal kehamilan mengikutin kelas hypnobirthing dan lebih intens dalam kelasnya. Biasanya karena nggak paham prosesnya, kelas hypnobirthing ini ada Child Birth Education.

"Jadi pendidikan bersalinnya terutama persiapan holistik (spirit, mind, body) secara fisik, spiritualnya dibahas. Ketika sudah paham dia akan lebih percaya diri dan ketika ibu hamil percaya diri dia akan menguatkan teman-temannya yang lain jika dia masuk kelas hypnobirthing," papar Agnes.

Dia menambahkan, salah satu syarat sebelum adanya pendampingan oleh doula yaitu ibu ikut kelas hypnobirthing. Kata Agnes, mengikuti kelas hypnobirthing harus sejak dini dari awal kandungan.

Yang Dilakukan di Kelas Hypnobirthing

Kita perlu tahu, Bun, di kelas hypnobirthing juga dibahas dan dipraktikkan sugesti positif, kata positif, relaksasi latih pernapasan, pelatihan suami apa yang harus dilakukan saat persalinan dan proses persalinan. Makanya, para suami juga akan diedukasi secara fisik, mental maupun spiritual.

"Kalau udah ikut kelas akan ada CD yang dikasih dari Lanny Kuswandi yang harus didengarkan tiap hari buat latihan ibu hamil di rumah. Ada juga beberapa latihan yang bisa dilakukan dari usia kehamilan 20 minggu supaya posisiny optimal dan latihan-latihan yang dilaukan dari 32 sampai 36 minggu agar lebih tenang," papar Agnes.

Latihan yang dilakukan ketika minggu ke 20 adalah teknik Rebozo. Lalu, latihan yang dilakukan di usia kehamilan 32-36 minggu adalah endorphin massage. Setelah selesai kelas, para ibu hamil dan suaminya juga harus latihan sendiri lho, Bun, di rumah dengan panduan CD yang didapat.

"Latihan dan kelas ini perlu ketelatenan dan komitmen, jadi setelah 2 kali ikut kelas bisa nggak perlu ke klinik lagi untuk kelanjutannya latihannya, tapi kebanyakan sih pada ke sini karena enak banyak teman sharing," papar Agnes.

Kalau mau, ada juga kelas private yang bisa dilakukan satu pasangan bersama Lanny Kuswandi. Tapi, kalau mau bareng-bareng, ibu hamil dan pasangan bisa ikut dalam kelas grup yang terdiri dari maksimal 10 pasangan.

"Di kelas kita ajarin ngapain aja latihannya, di rumah sampai dia benar-benar bisa dan ngerti baru setelah itu latihan sendiri. Baik itu latihan rebozonya maupun endorphin massage-nya," tutup Agnes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About


Hai Bundaku adalah portal online yang memberikan tips kehamilan, menyusui, bayi, parenting, motherhood sekaligus tempat Bunda berbagi pengalaman.

Newsletter