Rabu, 29 November 2017

Hamil Saat Bekerja, Simak Tips yang Harus Kamu Lakukan di Kantor

Hamil di kantor? Siapa Takut?!
Hamil di kantor? Siapa Takut?!

Hai Bunda - Kehamilan adalah berita yang sangat menggembirakan dalam sebuah keluarga. Tentu saja kabar gembira ini harus Kamu bagi pada suami atau anggota keluarga yang lain.

Apabila Kamu adalah seorang ibu muda yang tengah meniti karir dalam sebuah pekerjaan, seyogyanya Kamu juga mengabarkan kabar gembira tersebut kepada rekan kerja lain terutama pada atasan. Karena bagaimanapun juga akan ada banyak konsekuensi bagi ibu hamil muda dalam menjalankan pekerjaannya. Dan itu biasanya sangat terkait dengan masalah kesehatan baik dari ibunya sendiri maupun janin yang tengah dikandungnya.

Baca Juga : Persiapkan Diri Bunda Jelang Lahiran

Maka dari itu, Kamu harus segera menyampaikan kabar gembira itu kepada perusahaan. Karena ketika Kamu sedang hamil, tentu ruang gerak Kamu secara fisik tidak bisa semaksimal ketika Kamu sebelum hamil. Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana etika yang pantas menyampaikan kabar gembira ini kepada perusahaan, atau kepada atasan. Lalu bagaimana kinerja Kamu saat hamil yang tepat, yuk kita bahas di bawah ini.

1. Perhitungkan Waktu Persalinan


Mungkin jika Kamu menyampaikan kabar gembira ini kepada rekan kerja yang lain tinggal bilang saja kepada mereka sewaktu-waktu. Namun berbeda dengan atasan, Kamu harus pandai memilih waktu yang tepat agar kabar yang Kamu sampaikan tidak mengganggu pikiran atasan. Misalnya ketika keadaan genting seperti rapat mendadak, atau keadaan perusahaan terkena musibah, sebaiknya hindari dulu keadaan tersebut.

Tunggu sampai keadaan membaik baru kemudian Kamu menyampaikan kabar tersebut. Kemudian, usahakan menyampaikan kabar tersebut tidak pada waktu sebelum atau sesudah meeting, karena pasti atasan sedang fokus dan konsentrasi pada meeting. Sampaikan kabar gembira tersebut ketika waktu santai dan istirahat kerja.

2. Utamakan Beri Kabar Ke Atasan


Usahakan atasan Kamu adalah orang pertama yang Kamu beri kabar kehamilan Kamu. Ini terkait dengan kepercayaan, terlihat sedikit tidak profesional jika atasan Kamu mengetahui kabar kehamilan Kamu justru dari orang lain.

Selain itu, dengan mendahulukan atasan dalam menyampaikan kabar kehamilan, otomatis Kamu memberikan waktu lebih lama pada atasan untuk memikirkan posisi Kamu. Artinya bagaimana kebijakan yang akan diambil atasan terkait kinerja Kamu saat ini karena Kamu sedang hamil juga memerlukan pertimbangan-pertimbangan.

3. Tetap Profesional Bekerja


Memang keadaan seseorang ketika hamil sangat berat, mual, pusing-pusing dan gejala kesehatan yang lain tentu akan berpengaruh terhadap kinerja Kamu. Namun demikian, sebelum Kamu mendapatkan cuti, sebaiknya usahakan tetap bekerja seperti biasa. Bekerjalah se-profesional mungkin, jangan terlalu manja.

Jangan jadikan kehamilan untuk menunda pekerjaan Kamu, jika sekiranya ada pekerjaan fisik yang tidak mungkin Kamu kerjakan, maka Kamu bisa meminta bantuan kepada teman kerja Kamu yang lain. Tidak usah sungkan meminta bantuan, jika memang kondisi Kamu tidak memungkinkan melakukan hal itu.

4. Siapkan Cuti Hamil Agar Maksimal


Ketika Kamu menyampaikan kabar kehamilan Kamu, jangan lupa juga sampaikan rencana jadwal cuti Kamu. Dalam perusahaan, tentu setiap posisi memiliki tanggung jawab masing-masing. Untuk itu, Kamu harus mampu membuat dan merencanakan cuti hamil Kamu dengan cermat dan tepat.

Terpenting adalah meyakinkan diri bahwa Kamu akan kembali bekerja setelah cuti hamil selesai. Sebisa mungkin jadwalkan cuti kerja Kamu pada waktu-waktu yang senggang pekerjaan, namun jika terpaksa tidak bisa, maka sampaikan baik-baik hal tersebut kepada atasan Kamu.

5. Cuti Hamil Tak Akan Buat Kamu Dipecat


Ini sering menjadi kekhawatiran bagi wanita karir yang sedang hamil. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan akan hal ini, selama Kamu berpamitan cuti dengan baik kepada perusahaan, tentu perusahaan pun akan bersikap baik pada Kamu. Yang terpenting adalah Kamu harus tetap mampu menjalin komunikasi yang baik dan sehat dengan perusahaan agar hubungan Kamu tetap baik meski Kamu sedang dalam keadaan cuti hamil dan tidak bekerja.

Kekhawatiran Kamu tidak beralasan jika semua proses sudah Kamu jalankan dengan baik. Tinggal sekarang jika Kamu belum cuti kerja, Kamu fokus saja dulu bekerja dan selesaikan pekerjaan Kamu agar ketika masa cuti Kamu datang Kamu tidak terlalu terbebani dengan tanggungan pekerjaan Kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About


Hai Bundaku adalah portal online yang memberikan tips kehamilan, menyusui, bayi, parenting, motherhood sekaligus tempat Bunda berbagi pengalaman.

Newsletter