Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 November 2017

November 08, 2017

Bapak Si Pelindung Ibu Menyusui

Ayah menjadi pelindung bunda

Hai Bunda - Suami punya peran penting dalam keberhasilan ibu menyusui si kecil. Apalagi, di hari-hari pertama melahirkan ketika ibu masih punya masalah dengan proses menyusui. Wah, bapak bisa banget nih, Bun, jadi 'pelindung' atau pelindung sang istri.

Seperti kata konselor laktasi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Ameetha Drupadi, CIMi, sudah seyogianya suami melindungi ibu dari omongan orang sekitar. Apalagi di hari pertama melahirkan, kendala saat menyusui yang dialami ibu ditambah nyinyiran dari orang sekitar bukan nggak mungkin malah bikin ibu drop.

"Sering kan ada orang yang nengok si ibu terus bayinya nangis terus, dibilang 'ASI-nya nggak ada ya'. Wah, itu bisa bikin ibu drop. Apa peran suami? Suami bisa jadi pelindung, pelindung, dengan kasih penjelasan atau pengertian kalau memang lambung bayi kan masih kecil. Jadi si suami ini melindungiistrinya," kata dr Ameetha waktu ngobrol sama HaiBundaku.

dr Ameetha berpesan jangan sampai ibu sudah menghadapi kendala saat menyusui tapi juga harus menghadapi komentar nggak mengenakkan dari orang sekitar. Bicara soal komentar dari orang sekitar, kadang ucapan yang nggak mengenakkan berasal dari orang terdekat, misalnya orang tua, mertua, atau saudara.

Baca Juga : Pentingnya Zat besi Untuk Si Buah Hati

Sebelum ibu melahirkan, ada konseling menyusui. Saat itulah kita disarankan mengajak suami juga orang tua serta mertua supaya satu keluarga sebagai satu tim bisa mendukung keberhasilan menyusui, Bun. Sehingga, satu tim ini sudah satu visi, kata dr Ameetha.

Kalau nggak sempat mengajak orang tua atau mertua konseling menyusui di antenatal care, dr Ameetha bilang belum terlambat kok, Bun. Setelah melahirkan, konseling menyusui tetap bisa dilakukan. Sehingga, nggak ada salahnya mengajak orang tua juga mertua ke konselor laktasi misalnya.

Editor Picks :
Permata Tersembunyi di Ibu Kota Korea
Menggota Wanita Tanpa Membuatnya Risih
Menghilangkan Jerawat Dengan Bahan yang Sering Dijumpai

"Jadi nggak ada kata terlambat. Sejak kehamilan belum dapat info soal menyusui, segera ajak orang tua atau mertua sesegera mungkin konseling setelah melahirkan. Karena dapat omongan nggak ngenakin, mood ibu bisa jelek. Saat suami dan istri kekeuh memberi ASI tapi ada pengaruh dari pihak lain, diperlukan pihak ketiga yang ilmunya mumpuni untuk memberi pengertian soal hal ini," tutur dr Ameetha.

Senin, 30 Oktober 2017

Oktober 30, 2017

Pentingnya Zat Besi Untuk Si Buah Hati

Pentingnya Zat Besi Untuk Anak - Hai Bunda Ku
Pentingnya Zat Besi Untuk Anak
Hai Bunda - Zat besi jadi salah satu mikronutiren yang penting untuk tumbuh dan kembang anak. Sayangnya, kecukupan zat besi nggak jarang terabaikan ketika orang tua memberi asupan makanan untuk si kecil.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari, sedangkan anak umur 1-3 tahun (batita) butuh zat besi lebih sedikit, yaitu 7 mg per hari. Nah, Bun, ASI cuma memenuhi 0,3 mg zat besi per hari. Sehingga, sisa kebutuhan zat besi si kecil perlu dipenuhi lewat asupan makanan sehari-hari

"Zat besi penting untuk pembentukan sel, termasuk pembentukan sel darah merah. Sehingga, sirkulasi darah lebih maksimal. Sel darah merah ini kan membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak," kata dr Caessar Pronocitro MSc, SpA ditemui usai Cerita Bunda yang digelar HaiBundaKu bersama Morinaga Platinum di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan.

Nah, dalam jangka panjang, anak yang kekurangan zat besi IQ-nya 12,9 poin lebih rendah di bawah anak yang nggak kekurangan zat besi. Saat ini terjadi, apa efeknya, Dok? Kata dr Caessar, kondisi ini bakal berefek ke kecerdasan dan konsentrasi anak. Nggak cuma itu, anak juga jadi gampang lelah. Alhasil, aktivitasnya kurang karena dia nggak seaktif anak lain.

"Efeknya lebih luas karena zat besi dibutuhkan untuk metabolisme tubuh kita," tambah dokter yang berpraktik di RSPI Bintaro dan RS Sari Asih Ciputat ini. dr Caessar bilang, daging jadi sumber makanan yang kaya akan zat besi. Tapi, kalau ada kendala seperti finansial, memberi hati baik itu hati ayam atau sapi juga nggak masalah kok, Bun.

Nah, menurut IDAI, banyak banget bahan makanan di sekitar kita yang kaya akan zat besi. Sayuran berdaun hijau seperti selada air, kangkung, brokoli, bayam hijau, buncis dan kacang-kacangan kaya akan zat besi lho. Selain itu, bahan makanan hewani seperti daging merah dan kuning telur juga kaya zat besi dan lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan sumber nabati.

"Dalam proses pengolahan bahan makanan, sangat perlu diperhatikan pengolahan yang baik dan benar sehingga kandungan zat makanan misalkan zat besi tidak berkurang dari bahan makanan tersebut. Usahakan anak banyak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi untuk mencegah anemia defisiensi besi," tulis IDAI dalam situs resminya.

   

About


Hai Bundaku adalah portal online yang memberikan tips kehamilan, menyusui, bayi, parenting, motherhood sekaligus tempat Bunda berbagi pengalaman.