Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Agustus 2019

Agustus 08, 2019

Tantangan Parenting Orang Tua Milenial


Apa yang menjadi tantangan parenting bagi orang tua milenial? Saskhya Aulia Prima, M.Psi, Psikolog  mengungkapkan ada 4 tantangan utama dalam perenting pada saat ini yaitu: anak mudah terpapar informasi dan juga strangers, anak tidak mudah mempercayai informasi yang diterima (termasuk dari orangtua), orang tua tidak bisa mengawasi anak selama 24 jam, kesibukan orang tua sehari-hari menjalankan berbagai peran di kehidupannya.

Keempat tantangan tersebut sangat berkaitan dengan era globalisasi dimana informasi sangat mudah mengalir karena kemajuan teknologi maka tidak dipungkiri bahwa anak mudah terpapar informasi dan juga strangers, hal ini menjadi masalah karena menyebabkan anak menjadi tidak mudah memercayai informasi yang diterimanya bahkan termasuk informasi  dari orang tua. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.


Ada banyak sekali efek negatif dari teknologi, yang lebih meresahkannya adalah pada anak-anak yang belum bisa bijaksana memilah mana yang positif dan negatif. Ketika orang tua tidak bisa mengawasi anak selama 24 jam dan kesibukan orang tua sehari-hari menjalankan berbagai peran di kehidupannya, anak tetap bersentuhan secara langsung dengan teknologi. Oleh karena itu, orang tua hendaknya bijaksana dalam melilih gadget untuk anak.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi mengatakan bahwa teknologi ibaratnya sebilah pisau yang bisa memberikan efek positif dan negatif tergantung penggunaannya yang tentunya harus dengan monitoring dari orang tua. Kak Seto juga mengungkapkan teknologi yang baik untuk anak yaitu teknologi yang diarahkan untuk kepentingan anak, yang tidak mengesampingkan hak anak untuk tumbuh secara optimal, termasuk hak belajar, bermain, dan mengandung unsur keamanan dan perlindungan bagi anak.

Menjawab tantangan parenting orang tua milenial, saat ini sedang populer produk watch phone. Wearable device yang dirancang khusus untuk komunikasi antara anak dan orang tua serta keamanan anak. Watch phone yang sedang populer di kalangan anak-anak ini tidak memiliki fitur permainan di dalamnya. Dengan kemampuan utamanya sebagai gadget yang fokus pada komunikasi dan keamanan anak, nampaknya watch phone menjadi pilihan bijak orang tua ketika memilih teknologi yang tepat untuk anak karena si kecil watch phone juga bisa menjadi asisten orang tua. Saat ini anak memiliki banyak kegiatan di luar rumah, salah satunya sekolah.

Bagaimana tanggapan pihak sekolah terhadap siswa yang mengenakan watch phone di sekolah?

Seorang kepala sekolah SD swasta di Jakarta ketika diwawancarai mengatakan bahwa adanya teknologi watch phone ini sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, karena selain tidak memiliki fitur game, satu merk watch phone yaitu imoo Watch Phone memiliki fitur mode kelas. Beliau mengatakan sekolah yang dipimpinnya berbasis teknologi, sehingga memperbolehkan penggunaan gadget yang tepat untuk anak.

Dengan adanya watch phone sebagai alat komunikasi bahkan memudahkan anak untuk menghubungi langsung orang tuanya ketika minta dijemput sekolah, sehingga tidak perlu lagi meminjam handphone pada guru.

Tantangan parenting orang tua milenial saat ini bisa terjawab dengan adanya teknologi khusus anak berupa watch phone yang memiliki fungsi utama komunikasi dan keamanan.

Senin, 04 Desember 2017

Desember 04, 2017

Waktu yang Tepat Berikan ASI Untuk Anak

Ini dia waktu yang tepat untuk berikan ASI
Ini dia waktu yang tepat untuk berikan ASI

Hai Bunda - Air Susu bunda merupakan minuman sekaligus makanan yang mengandung banyak nutrisi yang baik dan sempurna jika dikonsumsi semenjak bayi lahir hingga mencapai usia 6 bulan. Kandungan nutrisi yang dimiliki oleh ASI diantaranya yaitu lectalbumin, lemak sehat juga zat antibody yang bermanfaat melindungi bayi dari berbagai penyakit.

Baca Juga : Bapak Si Pelindung Ibu Menyusui

Disarankan sekali kepada wanita yang baru melahirkan agar memberikan sang bayi ASI secara eksklusif selama 6 bulan. ASI eksklusif ini baik bagi daya tahan tubuh si kecil agar tidak terserang penyakit. Banyak hal yang bunda harus perhatikan pada saat mengurus bayi.

Tidak terkecuali kapan waktu yang tepat untuk memberikan ASI pada bayi anda, diantaranya :

1. Setelah bayi dilahirkan. 


Pada saat bayi anda baru lahir, mungkin ASI yang diproduksi belum begitu lancar, namun itu tidak menjadikan masalah karena bayi akan menghisap sangat kuat sehingga proses produksi ASI dengan sendirinya lancar.

2. Berikan ASI saat bayi menangis


Dengan berjalannya waktu, bayi mulai terbiasa membuat waktunya sendiri dengan menyesuaikan diri dengan produksi ASI yang anda miliki. Pada saat inilah peran bunda sangat penting dalam menjaga pola makannya, ini disebabkan oleh pola makan dan asupan makan bunda sangat berpengaruh terhadap produksi ASI.

3. Berikan ASI lebih dari 6 bulan untuk menambah konsumsi makan terhadap si bayi.


4. Tetap berikan ASI walaupun sibuk bekerja. 


Anda dapat mensiasatinya dengan menyempatkan waktu untuk memompa sebelum anda berangkat dan menyimpannya dalam lemari es (freezer). Anda juga dapat melakukan cara lain, terpenting bayi tetap mengkonsumsi ASI sesuai dengan kebutuhannya.

Kewajiban yang mesti dilakukan oleh seorang bunda adalah memberikan ASI secara eksklusif terhadap anaknya. Apapun alasannya sang bunda berkewajiban untuk tetap menyusui bayinya, terkecuali jika memang sang bunda mempunyai masalah kesehatan pada payudayanya sehingga menghasilkan ASI. Cara yang baik dalam menyusui : cukup dengan 10 menit tapi tetap teratur Kebanyakan para bunda sering berlama-lama dalam menyusui bayi, hal itu bertujuan agar sang bayi kenyang, dan mudah tertidur.

Sekarang ada istilah yang menyebutkan baby led methode, metode ini adalah menyusui bayi dengan mengikuti keinginannya. Kebanyakan metode ini dilakukan oleh bunda muda. Namun metode ini juga belum menjadi yang terbaik untuk bunda dan bayi. Namun sebuah penelitian menyebutkan bahwa menyusui dengan waktu singkat namun tetap teratur justru efektif dalam menambah berat badan bayi.

Namun beberapa penelitian menyebutkan metode shortbreastfeed memiliki manfaat lebih banyak dengan hanya sekedar mengikuti keinginan bayi. Dengan memberikan ASI eksklusif 10 menit setiap kalinya, hal ini teryata membawa dampak yang baik bagi bayi. Berat badan bayi meningkat secara signifikan. Namun tidak semua bunda menyusui dapat menerapkan metode ini.

Ibu hamil membutuhakan hormon oktitosin yang dapat memacu ketenangan dan refleks yang membuat air susu menyebar dari sel payudara yang melewati pembuluh dan berakhir pada puting payudara ibu. Oktitosin ini akan terhambat apabila bayi menyusui dalam waktu yang lama. Pada penelitian itu juga dijelaskan jika bayi tidak mendapatkan ASI susulan (second breast) payudara bunda terasa sangat penuh setiap menyusui.

Senin, 06 November 2017

November 06, 2017

Bantuan Hypnobirthing Saat Melahirkan

Melahirkan dengan tenang adalah impian semua wanita
Melahirkan dengan tenang adalah impian semua wanita
Hai Bunda - Banyak yang bilang melahirkan tuh sakit banget. Jikalau dengar omongan orang sekitar kayak gitu soal bagaimana proses melahirkan kayak gitu, bukan nggak mungkin ibu hamil alias bumil ketakutan bahkan khawatir. Timbul deh pertanyaan 'Duh, nanti proses persalinanku kayak gimana ya?'.

Nah, berawal dari banyaknya kasus seperti itu terciptalah hypnobirthing di Indonesia yang dipelopori oleh Lanny Kuswandi. Kata Lanny, pada dasarnya pikiran bawah sadar kita banyak merekam bahwa melahirkan itu sakit.

"Jadi waktu hamil aja udah ada pikiran, 'Aduh bentar lagi melahirkan nih pasti sakit' Dan saat itu juga bayi udah mereka apa yang kita pikirkan," papar Jamilatus Sa'diyah, salah satu doula di Pro V Clinic waktu ngobrol sama HaiBunda.

Kata perempuan yang akrab dipanggil Agnes ini prosesnya sama seperti kita terhipnosis oleh merk tertentu, Bun. Contohnya, untuk merujuk pasta gigi atau air mineral, kebanyakan orang langsung tertuju sama rand tertentu. Sehingga, menurut Agnes sugesti kalau melahirkan pasti sakit, yang perlu diubah adalah 'program' alam bawah sadarnya.

"Critical area pembatas bawah sadar dan sadar diistirahatkan supaya sugesti baru yang kita kasih mudah masuk ke dalam. Karena kalau lagi berpikir sadar gini kan critical area lagi bekerja. Biasanya kalau aku kasih informasi bahwa melahirkan nggak sakit ya akan mental," papar Agnes.

Karena itu kata Agnes, dengan relaksasi salah satunya relaksasi hypnobirthing, ibu hamil bisa relaks sehingga sugesti yang dimasukkan ke pikiran lama-lama tertanam dan akhirnya si ibu hamil bisa berpikir bahwa melahirkan itu nyaman. Menurut Agnes, kunci dalam relaksasi hypnobirthing harus latihan rajin supaya pikiran bawah sadar terganti, kalau nggak rajin ya banyak juga yang teriak-teriak di kamar bersalin kalau latihannya cuma sesekali," tutur Agnes.

Pada intinya, lebih dini ibu hamil ikut hypnobirthing akan lebih baik. Apalagi kalau ibu hamil masih terikat dengan kecemasan maka akan lebih baik jika dari awal kehamilan mengikutin kelas hypnobirthing dan lebih intens dalam kelasnya. Biasanya karena nggak paham prosesnya, kelas hypnobirthing ini ada Child Birth Education.

"Jadi pendidikan bersalinnya terutama persiapan holistik (spirit, mind, body) secara fisik, spiritualnya dibahas. Ketika sudah paham dia akan lebih percaya diri dan ketika ibu hamil percaya diri dia akan menguatkan teman-temannya yang lain jika dia masuk kelas hypnobirthing," papar Agnes.

Dia menambahkan, salah satu syarat sebelum adanya pendampingan oleh doula yaitu ibu ikut kelas hypnobirthing. Kata Agnes, mengikuti kelas hypnobirthing harus sejak dini dari awal kandungan.

Yang Dilakukan di Kelas Hypnobirthing

Kita perlu tahu, Bun, di kelas hypnobirthing juga dibahas dan dipraktikkan sugesti positif, kata positif, relaksasi latih pernapasan, pelatihan suami apa yang harus dilakukan saat persalinan dan proses persalinan. Makanya, para suami juga akan diedukasi secara fisik, mental maupun spiritual.

"Kalau udah ikut kelas akan ada CD yang dikasih dari Lanny Kuswandi yang harus didengarkan tiap hari buat latihan ibu hamil di rumah. Ada juga beberapa latihan yang bisa dilakukan dari usia kehamilan 20 minggu supaya posisiny optimal dan latihan-latihan yang dilaukan dari 32 sampai 36 minggu agar lebih tenang," papar Agnes.

Latihan yang dilakukan ketika minggu ke 20 adalah teknik Rebozo. Lalu, latihan yang dilakukan di usia kehamilan 32-36 minggu adalah endorphin massage. Setelah selesai kelas, para ibu hamil dan suaminya juga harus latihan sendiri lho, Bun, di rumah dengan panduan CD yang didapat.

"Latihan dan kelas ini perlu ketelatenan dan komitmen, jadi setelah 2 kali ikut kelas bisa nggak perlu ke klinik lagi untuk kelanjutannya latihannya, tapi kebanyakan sih pada ke sini karena enak banyak teman sharing," papar Agnes.

Kalau mau, ada juga kelas private yang bisa dilakukan satu pasangan bersama Lanny Kuswandi. Tapi, kalau mau bareng-bareng, ibu hamil dan pasangan bisa ikut dalam kelas grup yang terdiri dari maksimal 10 pasangan.

"Di kelas kita ajarin ngapain aja latihannya, di rumah sampai dia benar-benar bisa dan ngerti baru setelah itu latihan sendiri. Baik itu latihan rebozonya maupun endorphin massage-nya," tutup Agnes.

Senin, 30 Oktober 2017

Oktober 30, 2017

Pentingnya Zat Besi Untuk Si Buah Hati

Pentingnya Zat Besi Untuk Anak - Hai Bunda Ku
Pentingnya Zat Besi Untuk Anak
Hai Bunda - Zat besi jadi salah satu mikronutiren yang penting untuk tumbuh dan kembang anak. Sayangnya, kecukupan zat besi nggak jarang terabaikan ketika orang tua memberi asupan makanan untuk si kecil.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari, sedangkan anak umur 1-3 tahun (batita) butuh zat besi lebih sedikit, yaitu 7 mg per hari. Nah, Bun, ASI cuma memenuhi 0,3 mg zat besi per hari. Sehingga, sisa kebutuhan zat besi si kecil perlu dipenuhi lewat asupan makanan sehari-hari

"Zat besi penting untuk pembentukan sel, termasuk pembentukan sel darah merah. Sehingga, sirkulasi darah lebih maksimal. Sel darah merah ini kan membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak," kata dr Caessar Pronocitro MSc, SpA ditemui usai Cerita Bunda yang digelar HaiBundaKu bersama Morinaga Platinum di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan.

Nah, dalam jangka panjang, anak yang kekurangan zat besi IQ-nya 12,9 poin lebih rendah di bawah anak yang nggak kekurangan zat besi. Saat ini terjadi, apa efeknya, Dok? Kata dr Caessar, kondisi ini bakal berefek ke kecerdasan dan konsentrasi anak. Nggak cuma itu, anak juga jadi gampang lelah. Alhasil, aktivitasnya kurang karena dia nggak seaktif anak lain.

"Efeknya lebih luas karena zat besi dibutuhkan untuk metabolisme tubuh kita," tambah dokter yang berpraktik di RSPI Bintaro dan RS Sari Asih Ciputat ini. dr Caessar bilang, daging jadi sumber makanan yang kaya akan zat besi. Tapi, kalau ada kendala seperti finansial, memberi hati baik itu hati ayam atau sapi juga nggak masalah kok, Bun.

Nah, menurut IDAI, banyak banget bahan makanan di sekitar kita yang kaya akan zat besi. Sayuran berdaun hijau seperti selada air, kangkung, brokoli, bayam hijau, buncis dan kacang-kacangan kaya akan zat besi lho. Selain itu, bahan makanan hewani seperti daging merah dan kuning telur juga kaya zat besi dan lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan sumber nabati.

"Dalam proses pengolahan bahan makanan, sangat perlu diperhatikan pengolahan yang baik dan benar sehingga kandungan zat makanan misalkan zat besi tidak berkurang dari bahan makanan tersebut. Usahakan anak banyak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi untuk mencegah anemia defisiensi besi," tulis IDAI dalam situs resminya.

   

About


Hai Bundaku adalah portal online yang memberikan tips kehamilan, menyusui, bayi, parenting, motherhood sekaligus tempat Bunda berbagi pengalaman.