Kamis, 27 Desember 2018

Desember 27, 2018

Tips Siapkan Waktu Bunda Untuk Bersantai


Menjadi seorang ibu tidak ada hari liburnya. Setiap hari, ibu harus siaga memenuhi kebutuhan anak dan keluarga. Namun, bukan berarti ibu harus kelelahan dan lupa dengan dirinya sendiri ya.

Menjadi ibu harus bahagia, salah satunya dengan menyempatkan waktu untuk meliburkan diri dari aktivitas Bunda. Psikolog Saskhya Aulia Prima MPsi dari Tiga Generasi, mengatakan jika seorang ibu butuh memanjakan dirinya sendiri agar tetap happy.


"Semua ibu harus bahagia. Kalau kita bahagia otomatis pola asuh kita lebi optimal. Anak bisa well developed dan tentunya nggak marah-marah ke suami," kata Saskhya di acara BincangShoppe Vol. 10 'Surviving Modern Motherhood', di Tanamera Coffee, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18 Desember 2018).


Meluangkan waktu untuk meliburkan diri dari aktivitas Bunda nggak susah lho, Bun. Cobalah beberapa hal berikut ini untuk membuat tubuh dan pikiran lebih relaks saat jenuh dengan urusan rumah.

1. Coba luangkan waktu

Namanya meliburkan diri dari aktivitas Bunda, Bunda perlu meluangkan waktu sejenak saja. Kata Saskhya meluangkan waktu 5 sampai 15 menit, cukup membuat seorang ibu bisa bernapas dengan lega.

"Setiap orang beda-beda, ada yang hanya menarik dan menghela napas dalam-dalam selama lima menit sudah happy. Ada juga yang lihat lampu warna-warni sudah happy," tutur Saskhya.

2. Cobalah mencari aktivitas yang paling baik

"Sebagai ibu, kita harus tahu dan memilih aktivitas meliburkan diri dari aktivitas Bunda yang paling baik. Kita harus menyesuaikan ekspektasi, kita tahu cara merumuskan meliburkan diri dari aktivitas Bunda sendiri," lanjut Saskhya.

Saskhya mengaku suka membaca jurnal, dari situ ia akan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Saskhya bilang, Bunda juga bisa memilih kegiatan menyenangkan lainnya, misal hobi melukis, menyulam atau jalan-jalan.

3. Jangan malu cari bantuan

Terkadang ibu ingin melihat anaknya tumbuh dengan asuhannya sendiri. Tak ingin ada campur tangan selain dirinya dan keluarga. Hal tersebut bisa saja membebani pikiran.

"Kesannya kalau menjadi ibu harus serba bisa. Akhirnya, ibu tak punya meliburkan diri dari aktivitas Bunda. Padahal nggak semua ibu ada yang bisa handle sendiri, ada juga yang nggak. Menurut saya sah-sah aja kalau pakai pengasuh," kata Saskhya.

4. Jangan sampai tidak mengingatkan diri sendiri untuk liburan

Kalau suami sudah mengingat untuk meliburkan diri dari aktivitas Bunda, agar Bunda bisa tetap 'waras' segera lakukan ya, Bun. Hal sepele seperti ini, dapat mempengaruhi kebahagian diri dan keluarga.

"Jangan lupa untuk meliburkan diri dari aktivitas Bunda, seperti yang saya bilang tadi cukup lima sampai 15 menit saja. Lakukan aktivitas yang membuat hati senang," tutup Saskhya.
Desember 27, 2018

Alasan Bunda Tetap Harus Bercinta dengan Ayah


Untuk para pasangan suami istri yang statusnya menikah, apalagi dalam usia pernikahan yang lama, aktivitas bercinta alias having sex mungkin bisa terasa membosankan. Tapi jangan salah, berhubungan intim dengan suami punya beberapa keuntungan lho Bunda.

Dikutip dari Verywell Mind, pasangan yang lebih sering lakukan aktivitas seksual punya beberapa manfaat seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi stres bahkan memengaruhi rendahnya tingkat perceraian.

"Melakukannya secara rutin tak cuma baik bagi kualitas hubungan berdua, tapi juga baik bagi kesehatan, khususnya bagi sistem respirasi, otot, dan kontrol kandung kemih".

Pakar Antropologi dari Rutgers University, Helen Fisher, PhD, mengatakan bahwa aktivitas seksual 'dirancang' untuk membuat pasangan merasa rileks dan tubuh pun menjadi sehat.


"Melakukannya secara rutin tak cuma baik bagi kualitas hubungan berdua, tapi juga baik bagi kesehatan, khususnya bagi sistem respirasi, otot, dan kontrol kandung kemih. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan antidepresan yang baik dan dapat memperbaharui energi," ujar Fisher.

Nah, berikut alasan lain bahwa Bunda memang perlu lakukan bercinta alias bercinta dengan Ayah tiap malam, seperti dilansir Huffpost dan Verywell Mind. Penasaran? Yuk, cek halaman selanjutnya, Bun.
Desember 27, 2018

Contohkan Cara Makan yang Baik Untuk Anak


Kebiasaan makan si anak dipengaruhi bagaimana Bunda menerapkan pola makan dan menyajikan menu makanan. Apa yang Bunda suguhkan dan bagaimana pengaturan pola makan anak sangatlah menentukan.

Kepala Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen FEMA IPB, dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc, atau yang kerap disapa Tuti, mengatakan bahwa terdapat korelasi antara perhatian ibu dalam menyiapkan makanan dengan perilaku anak. Hal ini bisa memengaruhi pembentukan kebiasaan makan anak.

"Peran penting ibu dalam menentukan panganan aman dan sehat bagi anak telah dimulai sejak anak dalam kandungan. Selanjutnya, apa yang dikonsumsi ibu akan dikonsumsi pula oleh anak. Anak juga melihat pola, kebiasaan, serta tata cara makan ibu dan akan mencontohnya," kata Tuti dalam diskusi bertajuk 'Menu Aman Pilihan Ibu, Inspirasi Hidup Sehat Keluarga' di Kaum Resto.


Lebih lanjut, Tuti menerangkan, dengan memberi penjelaskan yang masuk akal serta melatih anak membuat pilihan sesuai kebutuhan, bukan makan tanpa rencana, bisa menumbuhkan kebiasaan makan yang baik. Terutama di musim liburan, di mana orang tua cenderung permisif atau serba membolehkan pada anak.

"Oleh sebab itu, makanan yang disajikan setiap hari sebaiknya beragam, mengandung gizi seimbang dan aman. Jangan hanya mengikuti kehendak anak," kata Tuti.

Selain itu, untuk menanamkan kebiasaan makan yang baik kepada anak, seorang ibu harus mampu memberikan keyakinan tentang baik dan tidaknya makanan. Anak sekarang itu kritis, yang dia mau itu Bunda harus bisa menjelaskan apa yang mengganjal baginya.

"Kamu tidak mau makan? Padahal ikan ini kaya protein, lemaknya bagus, omega 3, kenapa kamu nggak mau? Kalau baunya amis, ikan ini ibu olah dengan cara nggak amis, coba kamu taste dulu," ujar Tuti mencontohkan bagaimana menyikapi anak yang tidak mau makan.

Ketika anak sekolah, perilaku makannya juga terbentuk dari lingkungannya. Kita harus sering menanyakan kenapa anak tidak suka, kenapa nggak mau menghabiskan makanan. Tapi, ketika nggak dapat jawaban jangan langsung menghakimi, coba gali perasaan dan keinginan anak.

"Pandangi, puji anak, beri motivasi, sehingga anak memiliki kepercayaan diri, memiliki rasa cinta, ini juga salah satu cara agar anak memiliki kebiasaan makan yang baik," tutup Tuti.
Desember 27, 2018

Jangan Bingung Saat Anak Sebut Anu dengan "Burung"


Pada saat anak berada di usia 3 atau 4 tahun, beberapa di antaranya ada yang mulai sadar dengan perbedaan gender. Saat seperti ini, orang tua sudah bisa kok memberi edukasi seks dengan mengenalkan alat kelamin pada anak.

Psikolog dari Mayapada Hospital, Adisti F. Soegoto, MPsi, menyarankan saat mengenalkan alat kelamin ke anak, lebih baik dengan kata yang sebenarnya. Tujuannya, agar tidak timbul kebingungan pada anak.

"Misal nih, beberapa orang tua menyebut penis dengan 'burung'. Saat kakeknya pelihara burung maka anak beranggapan kakeknya pelihara penis, jadi ambigu kan? Burung itu hewan atau alat kelamin? Jadi, untuk mencegah kebingungan tersebut lebih baik sebut alat kelamin dengan kata sebenarnya," papar psikolog yang akrab disapa Adis ini.


Adis menambahkan, saat mengenalkan alat kelamin ke anak pun biasa saja, Bun. Nggak perlu takut-takut, ngomong pelan dan bisik-bisik atau omongannya harus disensor.

"Ya, layaknya kita sebutin anggota tubuh lainnya aja, antai aja nyebutnya ke anak. Penis sebut penis, vagina sebut vagina dan seterusnya. Sehingga anak terbiasa menyebut anggota tubuhnya dengan semestinya," tutur Adis.

Diharapkan, dengan begini anak menghormati anggota tubuhnya yang lain. Kemudian, anak tidak bercanda dalam menyebut alat kelamin. Toh, itu adalah bagian tubuh kita kan, Bun?

"Jadi bisa kita sampaikan ke anak, 'Alat kelamin kamu adalah bagian tubuh yang sama pentingnya dengan anggota tubuh kamu yang lain jadi kita harus menghargainya'" tambah Adis.

Adis sendiri mengenalkan alat kelamin pada buah hatinya sejak bayi. Waktu si anak ganti popok, Adis akan bilang, 'Nak, ini penisnya ibu bersihkan dulu ya biar bersih, nah sekarang bisa dipakai deh popoknya'. Ketika dari bayi sudah dibiasakan mendengar alat kelamin dengan nama sebenarnya, diharap saat beranjak besar anak nggak menganggap edukasi seks bukan hal tabu untuk dibicarakan.


"Jadi sampai sekarang, anak saya terbiasa dengan kata-kata ini. Kalau ada keluhan, anak jadi ngerti misal dia ngeluh penisnya sakit, ya dia bilang kalau penisnya sakit. Kan lebih enak didiskusikan, jadi ketika saya bawa anak ke dokter, dia juga bisa menjelaskan lebih deskriptif dan jelas. Ini juga menegaskan pada anak kalau alat kelamin tidak patut untuk dibawa dalam konteks bercanda," ungkap Adis.
Desember 27, 2018

Tips Bunda Untuk Bayi yang Butuh Susu Semalaman


Ketika memiliki anak pertama, saya termasuk yang kewalahan. Anak saya bisa dibilang termasuk tipe bayi yang minum ASI (Air Susu Ibu) semalaman. Sakit, ngantuk, dan lelah bercampur aduk deh. Kalau Bunda mengalami hal yang sama ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat menghadapi situasi menyusui sepanjang malam kayak gini, Bun.

Dokter Anak Dr William Sears menuliskan dalam bukunya The Fussy Baby Book Parenting Your High-Need Child From Birth to Age Five bahwa minum ASI berkali-kali di malam hari merupakan ciri-ciri anak berkebutuhan tinggi, Bun. Maksudnya, anak tipe ini sejak bayi langsung menyatakan dengan jelas bahwa mereka membutuhkan lebih banyak ASI.


Kata William, tahap menyusui berkali-kali di malam hari akan berlalu seiring waktu. Bunda maupun si kecil suatu hari bisa tidur nyenyak sepanjang malam kok. Kalau Bunda jadi sangat kurang tidur dan itu memengaruhi aktivitas keesokan harinya, kesal dan hubungan dengan suami bisa memburuk. Makanya, perlu ada beberapa perubahan pada jadwal menyusui di malam hari.

Bahkan, kalau belum bisa membuat si kecil tidur nyenyak di malam hari, Bunda bisa membantunya mengurangi waktu minum ASI. Berikut cara-caranya:

1. Buat anak tidak meerasa lapar

Anak balita senang minum ASI, tapi mereka sangat sibuk di siang hari, sehingga lupa minum ASI. Atau bisa juga Bunda sangat sibuk sehingga lupa menyusui.

"Menambah waktu menyusui di siang hari dapat membantu payudara tidak terlalu menarik bagi bayi di malam hari," kata William.

2. Sentuhlah anak Bunda

William bilang, Bunda bisa menggendongnya dan susui lebih sering anak di siang hari. Kalau bayi sudah lebih besar, sangat mudah mengurangi jumlah sentuhan tanpa bayi menyadarinya.

"Banyak ibu yang menyatakan bahwa bayi dan balita menunjukkan peningkatan kebutuhan untuk minum ASI atau digendong tepat sebelum dia memasuki tahap perkembangan baru, seperti merangkak, berjalan, dijaga pengasuh bayi, dan lain-lain," katanya.

3. Bangunkan bayi dan beri minum agar tidak haus

Menurut William, lebih baik Bunda menyusui si kecil sampai kenyang sebelum bunda tidur. Dengan cara ini, tidur bunda akan sedikit terganggu dan semoga bunda bisa menikmati tidur.

Tapi, ini tak akan berhasil jika Bunda tak memiliki persedian ASI yang cukup untuk diberikan. Jadi, pastikan menjaga persediaan ASI.

4. Lakukan rutinitas yang sehat pada anak

Sekitar usia 18 bulan, lanjut William, anak sudah bisa paham kalimat sederhana. Bunda bisa membuat anak tidak mengharapkan ASI ketika bangun dengan mengatakan, "Kita akan minum susu lagi kalau Tuan Matahari muncul,".

Mengulang rutinitas juga bisa membuat anak paham dengan kesehariannya, Bun. Dalam hal ini, pembiasaan adalah hal yang penting.

"Ingat balita mencari sesuatu yang normal. Mereka ingin tahu standar tingkah laku apa yang diharapkan di rumah mereka," kata William.

5. Tawarkan minuman atau makanan pengganti

William mengatakan, bayi berkebutuhan tinggi tak mudah dibodohi dan mereka tak begitu saja menerima pengganti. Tetapi perlu dicoba. Merawat bayi itu tak selalu menyusui. Hormati pasangan dengan membagi tanggung jawab memberi si kecil susu di malam hari. Sehingga anak balita tak selalu menyusu di malam hari.

6. Jaga jarak tidur Bunda

Kalau saran di atak tak bisa mengurangi frekuensi menyusui si kecil, Bunda kayaknya perlu mengatur pola tidur anak. Bunda atau Ayah bisa menemani anak sebelum tidur atau ketika anak bangun dan ingin menyusu.

7. Bayi harus menjadi barometer

Gunakan tingkah laku balita di siang hari sebagai barometer apakah perubahan menyapih bayi di malam hari berhasil. Jika bayi jadi lebih tergantung dan merengek atau menjauh, anggap ini sebagai tanda untuk memperlambat tempo penyapihan di malam hari. Kata William, bayi akan lepas dari payudara ibu dan suatu haru akan tidur sepanjang malam.

"Tahap menyusui di malam hari bisa melelahkan dan ini akan berlalu seiring waktu. Kebiasaan si kecil akan berupan tapi cinta dan kenyamanan orang tua untul anak akan menetap selamanya," kata William.


Dr Helen Oddy, ahli gizi dan peneliti dari Telethon Institute for Child Research di Perth mengatakan, ibu sebaiknya jangan heran jika bayinya bisa menyusu sampai 12 kali dalam waktu 24 jam. Namun jika bayi sangat mengantuk dan sudah tidur dalam jangka waktu lama, maka cobalah membangunkan secara perlahan untuk disusui.

"Hal yang terpenting dalam menyusui adalah memberikan kedua payudara pada bayi dan bukan hanya salah satunya saja," ujar Helen.

Minggu, 12 Agustus 2018

Agustus 12, 2018

Posisi Seks Bunda Setelah Melahirkan


Banyak pasangan yang merasa kehidupan seksnya semakin hambar setelah punya anak. Wajar sih, karena keseharian Anda yang tadinya hanya berdua kini sudah disibukkan oleh kehadiran si malaikat kecil.

Dilansir dari Women’s Health Magazine, Mary Jane Minkin, M.D., spesialis kandungan (SpOG) sekaligus profesor ilmu reproduksi di Yale University School of Medicine, mengatakan bahwa rutinitas seks setelah melahirkan bisa berbeda. Selain karena bertambahnya anggota keluarga, melahirkan juga mengubah fisik — terutama perempuan — yang bisa menurunkan kepercayaan diri dan gairah seksual.

Agustus 12, 2018

Jangan Gunakan Cara Kencan Ini Bunda !


Setiap pasangan kekasih pastinya memiliki cara dan gaya kencan bunda dalam menunjukkan perasaan masing-masing. Apalagi dengan kecanggihan teknologi di zaman sekarang, membuat orang-orang lebih mudah mengekspresikan dirinya.

Tapi terkadang, gaya kencan yang dilakukan cenderung berlebihan bahkan bisa dikategorikan sebagai tindakan kurang pantas. Alhasil, banyak orang di sekitar yang melihatnya menjadi risih.

Senin, 04 Desember 2017

Desember 04, 2017

Waktu yang Tepat Berikan ASI Untuk Anak

Ini dia waktu yang tepat untuk berikan ASI
Ini dia waktu yang tepat untuk berikan ASI

Hai Bunda - Air Susu bunda merupakan minuman sekaligus makanan yang mengandung banyak nutrisi yang baik dan sempurna jika dikonsumsi semenjak bayi lahir hingga mencapai usia 6 bulan. Kandungan nutrisi yang dimiliki oleh ASI diantaranya yaitu lectalbumin, lemak sehat juga zat antibody yang bermanfaat melindungi bayi dari berbagai penyakit.

Baca Juga : Bapak Si Pelindung Ibu Menyusui

Disarankan sekali kepada wanita yang baru melahirkan agar memberikan sang bayi ASI secara eksklusif selama 6 bulan. ASI eksklusif ini baik bagi daya tahan tubuh si kecil agar tidak terserang penyakit. Banyak hal yang bunda harus perhatikan pada saat mengurus bayi.

Tidak terkecuali kapan waktu yang tepat untuk memberikan ASI pada bayi anda, diantaranya :

1. Setelah bayi dilahirkan. 


Pada saat bayi anda baru lahir, mungkin ASI yang diproduksi belum begitu lancar, namun itu tidak menjadikan masalah karena bayi akan menghisap sangat kuat sehingga proses produksi ASI dengan sendirinya lancar.

2. Berikan ASI saat bayi menangis


Dengan berjalannya waktu, bayi mulai terbiasa membuat waktunya sendiri dengan menyesuaikan diri dengan produksi ASI yang anda miliki. Pada saat inilah peran bunda sangat penting dalam menjaga pola makannya, ini disebabkan oleh pola makan dan asupan makan bunda sangat berpengaruh terhadap produksi ASI.

3. Berikan ASI lebih dari 6 bulan untuk menambah konsumsi makan terhadap si bayi.


4. Tetap berikan ASI walaupun sibuk bekerja. 


Anda dapat mensiasatinya dengan menyempatkan waktu untuk memompa sebelum anda berangkat dan menyimpannya dalam lemari es (freezer). Anda juga dapat melakukan cara lain, terpenting bayi tetap mengkonsumsi ASI sesuai dengan kebutuhannya.

Kewajiban yang mesti dilakukan oleh seorang bunda adalah memberikan ASI secara eksklusif terhadap anaknya. Apapun alasannya sang bunda berkewajiban untuk tetap menyusui bayinya, terkecuali jika memang sang bunda mempunyai masalah kesehatan pada payudayanya sehingga menghasilkan ASI. Cara yang baik dalam menyusui : cukup dengan 10 menit tapi tetap teratur Kebanyakan para bunda sering berlama-lama dalam menyusui bayi, hal itu bertujuan agar sang bayi kenyang, dan mudah tertidur.

Sekarang ada istilah yang menyebutkan baby led methode, metode ini adalah menyusui bayi dengan mengikuti keinginannya. Kebanyakan metode ini dilakukan oleh bunda muda. Namun metode ini juga belum menjadi yang terbaik untuk bunda dan bayi. Namun sebuah penelitian menyebutkan bahwa menyusui dengan waktu singkat namun tetap teratur justru efektif dalam menambah berat badan bayi.

Namun beberapa penelitian menyebutkan metode shortbreastfeed memiliki manfaat lebih banyak dengan hanya sekedar mengikuti keinginan bayi. Dengan memberikan ASI eksklusif 10 menit setiap kalinya, hal ini teryata membawa dampak yang baik bagi bayi. Berat badan bayi meningkat secara signifikan. Namun tidak semua bunda menyusui dapat menerapkan metode ini.

Ibu hamil membutuhakan hormon oktitosin yang dapat memacu ketenangan dan refleks yang membuat air susu menyebar dari sel payudara yang melewati pembuluh dan berakhir pada puting payudara ibu. Oktitosin ini akan terhambat apabila bayi menyusui dalam waktu yang lama. Pada penelitian itu juga dijelaskan jika bayi tidak mendapatkan ASI susulan (second breast) payudara bunda terasa sangat penuh setiap menyusui.

Rabu, 29 November 2017

November 29, 2017

Hamil Saat Bekerja, Simak Tips yang Harus Kamu Lakukan di Kantor

Hamil di kantor? Siapa Takut?!
Hamil di kantor? Siapa Takut?!

Hai Bunda - Kehamilan adalah berita yang sangat menggembirakan dalam sebuah keluarga. Tentu saja kabar gembira ini harus Kamu bagi pada suami atau anggota keluarga yang lain.

Apabila Kamu adalah seorang ibu muda yang tengah meniti karir dalam sebuah pekerjaan, seyogyanya Kamu juga mengabarkan kabar gembira tersebut kepada rekan kerja lain terutama pada atasan. Karena bagaimanapun juga akan ada banyak konsekuensi bagi ibu hamil muda dalam menjalankan pekerjaannya. Dan itu biasanya sangat terkait dengan masalah kesehatan baik dari ibunya sendiri maupun janin yang tengah dikandungnya.

Baca Juga : Persiapkan Diri Bunda Jelang Lahiran

Maka dari itu, Kamu harus segera menyampaikan kabar gembira itu kepada perusahaan. Karena ketika Kamu sedang hamil, tentu ruang gerak Kamu secara fisik tidak bisa semaksimal ketika Kamu sebelum hamil. Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana etika yang pantas menyampaikan kabar gembira ini kepada perusahaan, atau kepada atasan. Lalu bagaimana kinerja Kamu saat hamil yang tepat, yuk kita bahas di bawah ini.

1. Perhitungkan Waktu Persalinan


Mungkin jika Kamu menyampaikan kabar gembira ini kepada rekan kerja yang lain tinggal bilang saja kepada mereka sewaktu-waktu. Namun berbeda dengan atasan, Kamu harus pandai memilih waktu yang tepat agar kabar yang Kamu sampaikan tidak mengganggu pikiran atasan. Misalnya ketika keadaan genting seperti rapat mendadak, atau keadaan perusahaan terkena musibah, sebaiknya hindari dulu keadaan tersebut.

Tunggu sampai keadaan membaik baru kemudian Kamu menyampaikan kabar tersebut. Kemudian, usahakan menyampaikan kabar tersebut tidak pada waktu sebelum atau sesudah meeting, karena pasti atasan sedang fokus dan konsentrasi pada meeting. Sampaikan kabar gembira tersebut ketika waktu santai dan istirahat kerja.

2. Utamakan Beri Kabar Ke Atasan


Usahakan atasan Kamu adalah orang pertama yang Kamu beri kabar kehamilan Kamu. Ini terkait dengan kepercayaan, terlihat sedikit tidak profesional jika atasan Kamu mengetahui kabar kehamilan Kamu justru dari orang lain.

Selain itu, dengan mendahulukan atasan dalam menyampaikan kabar kehamilan, otomatis Kamu memberikan waktu lebih lama pada atasan untuk memikirkan posisi Kamu. Artinya bagaimana kebijakan yang akan diambil atasan terkait kinerja Kamu saat ini karena Kamu sedang hamil juga memerlukan pertimbangan-pertimbangan.

3. Tetap Profesional Bekerja


Memang keadaan seseorang ketika hamil sangat berat, mual, pusing-pusing dan gejala kesehatan yang lain tentu akan berpengaruh terhadap kinerja Kamu. Namun demikian, sebelum Kamu mendapatkan cuti, sebaiknya usahakan tetap bekerja seperti biasa. Bekerjalah se-profesional mungkin, jangan terlalu manja.

Jangan jadikan kehamilan untuk menunda pekerjaan Kamu, jika sekiranya ada pekerjaan fisik yang tidak mungkin Kamu kerjakan, maka Kamu bisa meminta bantuan kepada teman kerja Kamu yang lain. Tidak usah sungkan meminta bantuan, jika memang kondisi Kamu tidak memungkinkan melakukan hal itu.

4. Siapkan Cuti Hamil Agar Maksimal


Ketika Kamu menyampaikan kabar kehamilan Kamu, jangan lupa juga sampaikan rencana jadwal cuti Kamu. Dalam perusahaan, tentu setiap posisi memiliki tanggung jawab masing-masing. Untuk itu, Kamu harus mampu membuat dan merencanakan cuti hamil Kamu dengan cermat dan tepat.

Terpenting adalah meyakinkan diri bahwa Kamu akan kembali bekerja setelah cuti hamil selesai. Sebisa mungkin jadwalkan cuti kerja Kamu pada waktu-waktu yang senggang pekerjaan, namun jika terpaksa tidak bisa, maka sampaikan baik-baik hal tersebut kepada atasan Kamu.

5. Cuti Hamil Tak Akan Buat Kamu Dipecat


Ini sering menjadi kekhawatiran bagi wanita karir yang sedang hamil. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan akan hal ini, selama Kamu berpamitan cuti dengan baik kepada perusahaan, tentu perusahaan pun akan bersikap baik pada Kamu. Yang terpenting adalah Kamu harus tetap mampu menjalin komunikasi yang baik dan sehat dengan perusahaan agar hubungan Kamu tetap baik meski Kamu sedang dalam keadaan cuti hamil dan tidak bekerja.

Kekhawatiran Kamu tidak beralasan jika semua proses sudah Kamu jalankan dengan baik. Tinggal sekarang jika Kamu belum cuti kerja, Kamu fokus saja dulu bekerja dan selesaikan pekerjaan Kamu agar ketika masa cuti Kamu datang Kamu tidak terlalu terbebani dengan tanggungan pekerjaan Kamu.

Selasa, 28 November 2017

November 28, 2017

Jenis Persiapan Jelang Salinan

Berbagai macam persiapan jelang lahiran
Berbagai macam persiapan jelang lahiran(Photo: Acha Septriasa)

Hai Bunda - Dokter dapat memprediksi kelahiran anda meskipun demikian ada saja yang lebih awal atau lebih lambat dari prediksi hari lahir yang diberitahukann dokter. Mengingat hal tersebut anda harus mempersiapkan persalinan di usia kehamilan 7 bulan atau memasuki usia 8 bulan. Selain itu yang membuat ibu hamil memiliki mental yang tenang dan persiapan yang matang menjelang persalinan dapat anda kelola dengan baik.

Berikut adalah cara mengelola diri agar ibu hamil siap menjelang persalinan lebih tenang :

1. Persiapan Mental Ibunda


Setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan anda mengenai pilihan metode persalinan anda lebih siap dengan segala persalinan pilihan anda. Meskipun anda menginginkan persalinan normal apabila kondusi ibu dan janin tidak mendukung maka persalinan caesar dapat menjadi pilihan. Anda dapat mencari informasi dan berbagi dengan ibu hamil yang telah melakukan pilihan persalinan anda nanti. Setiap persalinan memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga anda dapat lebih siap menjelang persalinan dengan metode pilihan yang anda tentukan.

Persiapan mental dengan pilihan metode persalinan yang tepat akan membantu anda mengusir rasa cemas dan khawatir. Anda mempersiapkan mental dengan mengelola rasa stress dan khawatir yang berlebih bahwa persalinan merupakan proses yang membahagiakan untuk menyambut buah hati anda. Selain itu dukungan dari suami dan keluarga memang sangat dibutuhkan untuk dapat membuat jiwa anda lebih tenang.

2. Menyiapkan Tempat Persalinan Ibunda


Tidak kalah penting ketika memasuki usia kehamilan 7 bulan anda mempersiapkan tempat persalinan yang tepat. Perhatikan jarak tempuh yang antara rumah dengan rumah sakit bersalin sehingga dapat melakukan persiapan. Beberapa rumah bersalin bahkan dapat melakukan reservasi kamar. Sehingga dapat memesan jauh jauh hari untuk mendapatkan kamar yang diingikan. Beberapa ibu hamil justru merasakan dampak pada kondisi psikis yang memburuk karena kondisi ruangan yang tidak sesuai harapan.

3. Perlengkapan Ibunda dan Bayi


Tidak kalah penting dalam mempersiapkan persalinan yang tenang didukung oleh perlengkapan ibu dan bayi. Perlengkapan untuk bayi dapat anda persiapkan 4 minggu sebelum hari kelahiran bayi. Anda dapat membeli pakaian yang sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga : Persiapkan Diri Jelang Lahiran

Pakaian yang dapat membantu anda dengan membeli popok, selimut, tisu, sarung tangan, bantal, kaos kaki, tempat tidur, perlak dan perlengkapan bayi. Bahkan anda dapat menambahkannya dengan keperluan lainnya seperti pompa ASI dan lain-lain. Sedangkan untuk ibu setelah persalinan mempersiapkan pembalut pasca melahirkan, bra khusus untuk ibu menyusui, baju yang berkancing depan atau perlengkapan yang diperlukan sehingga mendukung ibu setelah persalinan.

4. Memahami Tanda Persalinan dan Dukungan dari keluarga Ibunda


Anda dapat memahami tanda-tanda persalinan semakin dekat. Anda dapat mencari informasi dari dokter kandungan atau berbagi dengan ibu yang telah melahirkan sehingga tidak keliru dengan kontraksi yang dialami oleh ibu hamil. Beberapa kontraksi terkadang hanya kontraksi palsu yang membuat ibu hamil menyangka sudah mendekati hari lahir akan tetapi salah bukan kontraksi menjelang persalinan yang di tunggu.

Selain itu dukungan dari keluarga sangat diperlukan menjelang persalinan. Orang terdekat seperti suami adalah orang yang terpenting dalam memberikan dukungan menjelang persalinan. Anda dapat menceritakan kekhawatiran anda kepada suami anda sehingga dapat sharing yang terbaik untuk menemukan solusi yang terbaik.
November 28, 2017

Persiapkan Diri Jelang Lahiran

Hai Bunda persiapkan dirimu sebelum lahiran
Hai Bunda persiapkan dirimu sebelum lahiran

Hai Bunda - Memasuki usia kehamilan, bisanya bunda sering cemas. Kecemasan paling umum terjadi karena bunda hamil merasakan kurang persiapan menjelang persalinan. Persiapan bukan hanya perlengkapan persalinan akan tetapi fisik, psikis dan dukungan dari orang sekitar.

Baca Juga : Simulasi Stimulasi Pendukung Untuk Si Buah Hati

Persalinan yang tenang banyak diidamkan oleh bunda hamil. Perasaan tenang tidak hanya timbul di dalam diri bunda akan tetapi dukungan dari orang sekitar dan persiapan mengelola diri sehingga dapat menghadapi persalinan dengan tenang. Beberapa bunda hamil seringkali bingung apa saja yang harus dipersiapkan mendekati hari persalinan. Bahkan seringkali stress sendiri karena khawatir persiapan kurang tepat atau persiapan persalinan ada yang terlewati.

Pada artikel kali ini kami akan membagi informasi mengenai persiapan persalinan yang dapat membuat anda tenang dan siap menghadapi persalinan.Tentu saja dengan mengelola diri dan persiapan perlengkapan yang dbundatuhkan sesuai dengan kebutuhan persalinan.

Persiapkan Diri Jelang Persalinan


Memasuki trimester ketiga bunda hamil seringkali merasakan ketidaknyamanan. Selain kondisi fisik bunda yang semakin membesar. Kondisi yang membuat bunda tidak nyaman adalah ketika pemikirannya dihantui rasa cemas yang berlebihan dalam mempersiapkan persalinan. Khawatir yang berlebih yang membuat bunda hamil semakin merasa tidak nyaman akan menghambat persalinan. Seharusnya bunda hamil memiliki persiapan fisik dan mental menjelang persalinan. Walaupun tidak dapat disembunyikan lagi menunggu kehadiran buah hati memang merupakan kondisi yang mendebarkan.

Dengan melakukan persiapan persalinan maka akan membuat diri lebih dikelola dan dapat dipersiapkan dengan baik menjelang persalinan. Umumnya persiapan persalinan dapat dilakukan pada usia kehamilan 5 minggu sebelum persalinan atau lebih awal dari waktu tersebut yaitu dengan mempersiapkan diri dengan latihan-latihan yang akan mendukung persalinan.

Tips Jelang Persalinan Normal


bunda hamil mengidamkan persalinan normal meskipun tidak semua bunda hamil dapat melakukan persalinan normal. Persalinan normal yaitu kondisi dimana bunda hamil melahirkan melalui kejadian secara alami. bunda hamil akan mengalami kontraksi kemudian mengalami bayi dapat dilahirkan melalui jalan lahir. Proses persalinan normal sering juga disebut persalinan alami yaitu kondisi alami yang dialami oleh bunda hamil yang mengalami kontraksi kemudian bayi dapat dilahirkan.

Proses melahirkan secara normal harus dipersiapkan dengan kesiapan mental bunda hamil, latihan yang mendukung fisik, pernapasan dan latihan mengejan pada bunda hamil sehingga dapat lancar dalam proses persalinan. Selain itu riwayat kesehatan bunda hamil sangat dipertimbangkan untuk mendukung persalinan normal. Bahkan kondisi dan posisi janin ikut menentukan apakah bunda hamil dapat melakukan persalinan normal atau harus melakukan persalinan dengan menggunakan pembedahan.

Menjelang Jelang Persalinan Caesar


Persalinan sesar atau bedah sesar dikenal juga dengan istilah caesarean section yaitu proses persalinan yang melalui pembedahan dengan melakukan irisan di perut dan rahim ketika mengeluarkan bayi. Bedah caesar dilakukan ketika persalinan yang normal tidak dapat dilakukan karena adanya faktor resiko dan komplikasi medis baik pada kesehatan bunda hamil ataupun kondisi janin.

Tips Jelang Persalinan Agar Tenang


bunda hamil mengkhawatirkan akan mengalami kondisi persalinan yang menyakitkan. Persalinan normal maupun persalinan caesar dapat anda lalui dengan perasaan tenang asalkan anda telah mempersiapkan kondisi anda jauh sebelum hari persalinan tiba.

Dokter dapat memprediksi kelahiran anda meskipun demikian ada saja yang lebih awal atau lebih lambat dari prediksi hari lahir yang diberitahukann dokter. Mengingat hal tersebut anda harus mempersiapkan persalinan di usia kehamilan 7 bulan atau memasuki usia 8 bulan. Selain itu yang membuat bunda hamil memiliki mental yang tenang dan persiapan yang matang menjelang persalinan dapat anda kelola dengan baik.

Minggu, 26 November 2017

November 26, 2017

Cara Puaskan Suami Saat Sedang Hamil

Saat hamil tetap puaskan suami
Saat hamil tetap puaskan suami

Hai Bunda - Setiap dari insan wanita, yang menyandang predikat bunda. Maka kewajibannya untuk memuaskan suami. Dalam memuaskan suami itu, tidak ribet. Karena cowok ini cuma butuh bunda yang pandai mengatur kehidupan.

Baik itu halnya keuangan, pandai mengatur kebutuhan pada rumah tangga, pandai merawat diri dan bijaksana di ranjang. Tapi menjadi masalahnya bagi para bunda, untuk memuaskan suami, saat hamil itu terkadang sama sulitnya dengan membalikkan telapak tangan.

Baca Juga : Fakta Berhubungan Intim Saat Hamil

Oke, pada intinya kehamilan akan merubah kebiasaan seorang bunda yang bakal berdampak besar bagi kepuasan suami. Hormonya yang naik turun diikuti bertumbuh berat badan yang melambung, dengan membuat aktivitas sebagai bunda ini jadi terganggu, terutama itu usia kehamilan muda.

Ini cara memuaskan suami, saat hamil dalam konteks yang umum. Karena kepuasaan suami itu tidak selalu harusnya diukur kehidupan di ranjang saja. Langsung saja ini dibahas 5 poin yang penting bagi bunda yang sedang hamil. Ini dapat digunakan memuaskan suami. Ini dilansir www.cararahasia.com.

1. Perhatikan Kebutuhan Suami


Idealnya, suami bangun pagi sudah disambut dengan secangkir kopi (atau mungkin sebungkus rokok) plus kemeja dan celana kain rapih buat dipakai kerja. Yang tidak ideal adalah suami bangun pagi, lalu buat kopi sendiri, pergi ke warung beli rokok sendiri, dan ngopi sambil setrika kemeja dan celana sendiri sebelum kerja. Ini kan sama aja bujang.

Salah satu kepuasan terbesar suami sebagai tulang punggung rumah tangga adalah ketika semua kebutuhan minor yang menunjang aktivitas “banting tulangnya” sehari-hari sudah disiapkan oleh sang bunda tercinta. Mungkin suami tidak mau bunda kerepotan atau kecapean saat sedang hamil, tetapi perhatikan kebutuhan suami rasanya tidak akan bikin kecapaian seperti habis main badminton dalam air selama 2 hari.

2. Tetap Memasak Makanan Terbaik


Masakan pembantu pastilah beda dengan masakan bunda. Ini karena katanya masakan bunda punya “cinta di setiap sendoknya”. Maka masak dan juga menemani suami makan adalah bagian kewajiban mulia seorang bunda, sebaiknya itu tidak dilupakan yang karena perut membulat. Kepuasaan suami tidak cuma bisa dilihat standar pelayanan ranjang, tapi juga pelayanan di meja makan.

3. Tetap Merawat Diri Agar Tetap Lengket


Saat hamil, bagian tubuh yang membengkak bukan cuma di bagian perut bawah saja. Leher, lengan, paha, betis alias hampir semua bagian yang vital bagi kecantikan cewek jadi ikut bengkak. Bukan cuma bengkak, biasanya kulit jadi menghitam khususnya di lipatan-lipatan tertentu. Ini biasanya terjadi karena hormon atau biasanya juga cuma karena malas mandi.

Terlepas dari itu, jujur saja, ini semua bisa bikin suami iflil.
Banyak yang bilang, hormon bikin Ibu hamil itu kelihatan “kusut” di rumah. Sebenarnya tidak selalu karena hormon. Ini lebih kepada lingkaran setan: Ibu yang hamil jadi bengkang, karena bengkak baju jadi sempit semua, karena baju sempit jadi malas keluar, karena tidak keluar jadinya malas dandan. Ingat, sebagai bunda yang berbakti, sudah jadi kewajiban kamu untuk menjaga pemandangan di rumah dengan berdandan dan merawat diri.

Jangan takut berdandan cuma karena bengkak. Setidaknya kamu bisa make up ringan untuk menyambut sang suami pulang kantor. Jangan juga lupa tetap merawat diri misalnya dengan luluran atau dengan sedikit minyak wangi sebelum tidur. Jangan sampai karena kamu yang hamil malah justru suami yang jadi badmood.

4. Melayani Kebutuhan Biologis Suami


Ini mungkin adalah dilema yang paling berat bagi para bunda disaat hamil. Hormon saat sedang hamil memang naik turun kayak rupiah. Kadang itu hasrat seksual muncul menggebu-gebu, terkadang tiba-tiba hilang menguap begitu saja. Berbeda dengan suami memiliki hormonnya normal itu dan selalu siap tempur.

Membuat para calon bunda selalu bertanya-tanya bagaimana untuk mengimbang hasratnya suami itu (berhubungan intim) disaat hamil.

Pembahasan soal ini tidak bisa dibahas sepotong-potong cuma dalam 1 poin saja. Karena bunda perlu tahu itu posisi berhubungan intim yang aman dan juga tips-tips menciptakan suasan bercinta dalam keadaanya hormon itu.

5. Jangan Lupa Jaga Emosi


Ketidakstabilan hormon memang bikin Ibu hamil jadi tidak stabil juga secara emosional. Bukan cuma marah-marah, kadang-kadang rasanya mau nangis atau jerit-jerit padahal tidak ada kecoa atau Farhat Abbas di sekitar. Ini biasa kok. Dan karena ini hal biasa, Ibu hamil yang sadar dengan ketidakstabilan hormon ini juga sebaiknya sadar pentingnya menjaga emosi.

Suami pasti lah mengerti dengan kondisi hormon yang acak adut saat bundanya sedang hamil. Tapi suami juga punya beban dan tekanan besar sebagai kepala rumah tangga dan penyedia kebutuhan keluarga. Sebaiknya pengertian datang dari 2 arah. Tidak ada yang lebih memuaskan suami ketimbang rumah yang damai tanpa amarah, pertengkaran, apalagi jambak-jambakan (heh?) Jadi terlepas dari hormon yang tidak stabil, cobalah menahan emosi.

   

About


Hai Bundaku adalah portal online yang memberikan tips kehamilan, menyusui, bayi, parenting, motherhood sekaligus tempat Bunda berbagi pengalaman.

Newsletter

Artikel Menarik Lainnya

loading...