Tampilkan postingan dengan label Mom-Talks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mom-Talks. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2018

Desember 27, 2018

Contohkan Cara Makan yang Baik Untuk Anak


Kebiasaan makan si anak dipengaruhi bagaimana Bunda menerapkan pola makan dan menyajikan menu makanan. Apa yang Bunda suguhkan dan bagaimana pengaturan pola makan anak sangatlah menentukan.

Kepala Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen FEMA IPB, dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc, atau yang kerap disapa Tuti, mengatakan bahwa terdapat korelasi antara perhatian ibu dalam menyiapkan makanan dengan perilaku anak. Hal ini bisa memengaruhi pembentukan kebiasaan makan anak.

"Peran penting ibu dalam menentukan panganan aman dan sehat bagi anak telah dimulai sejak anak dalam kandungan. Selanjutnya, apa yang dikonsumsi ibu akan dikonsumsi pula oleh anak. Anak juga melihat pola, kebiasaan, serta tata cara makan ibu dan akan mencontohnya," kata Tuti dalam diskusi bertajuk 'Menu Aman Pilihan Ibu, Inspirasi Hidup Sehat Keluarga' di Kaum Resto.


Lebih lanjut, Tuti menerangkan, dengan memberi penjelaskan yang masuk akal serta melatih anak membuat pilihan sesuai kebutuhan, bukan makan tanpa rencana, bisa menumbuhkan kebiasaan makan yang baik. Terutama di musim liburan, di mana orang tua cenderung permisif atau serba membolehkan pada anak.

"Oleh sebab itu, makanan yang disajikan setiap hari sebaiknya beragam, mengandung gizi seimbang dan aman. Jangan hanya mengikuti kehendak anak," kata Tuti.

Selain itu, untuk menanamkan kebiasaan makan yang baik kepada anak, seorang ibu harus mampu memberikan keyakinan tentang baik dan tidaknya makanan. Anak sekarang itu kritis, yang dia mau itu Bunda harus bisa menjelaskan apa yang mengganjal baginya.

"Kamu tidak mau makan? Padahal ikan ini kaya protein, lemaknya bagus, omega 3, kenapa kamu nggak mau? Kalau baunya amis, ikan ini ibu olah dengan cara nggak amis, coba kamu taste dulu," ujar Tuti mencontohkan bagaimana menyikapi anak yang tidak mau makan.

Ketika anak sekolah, perilaku makannya juga terbentuk dari lingkungannya. Kita harus sering menanyakan kenapa anak tidak suka, kenapa nggak mau menghabiskan makanan. Tapi, ketika nggak dapat jawaban jangan langsung menghakimi, coba gali perasaan dan keinginan anak.

"Pandangi, puji anak, beri motivasi, sehingga anak memiliki kepercayaan diri, memiliki rasa cinta, ini juga salah satu cara agar anak memiliki kebiasaan makan yang baik," tutup Tuti.
Desember 27, 2018

Jangan Bingung Saat Anak Sebut Anu dengan "Burung"


Pada saat anak berada di usia 3 atau 4 tahun, beberapa di antaranya ada yang mulai sadar dengan perbedaan gender. Saat seperti ini, orang tua sudah bisa kok memberi edukasi seks dengan mengenalkan alat kelamin pada anak.

Psikolog dari Mayapada Hospital, Adisti F. Soegoto, MPsi, menyarankan saat mengenalkan alat kelamin ke anak, lebih baik dengan kata yang sebenarnya. Tujuannya, agar tidak timbul kebingungan pada anak.

"Misal nih, beberapa orang tua menyebut penis dengan 'burung'. Saat kakeknya pelihara burung maka anak beranggapan kakeknya pelihara penis, jadi ambigu kan? Burung itu hewan atau alat kelamin? Jadi, untuk mencegah kebingungan tersebut lebih baik sebut alat kelamin dengan kata sebenarnya," papar psikolog yang akrab disapa Adis ini.


Adis menambahkan, saat mengenalkan alat kelamin ke anak pun biasa saja, Bun. Nggak perlu takut-takut, ngomong pelan dan bisik-bisik atau omongannya harus disensor.

"Ya, layaknya kita sebutin anggota tubuh lainnya aja, antai aja nyebutnya ke anak. Penis sebut penis, vagina sebut vagina dan seterusnya. Sehingga anak terbiasa menyebut anggota tubuhnya dengan semestinya," tutur Adis.

Diharapkan, dengan begini anak menghormati anggota tubuhnya yang lain. Kemudian, anak tidak bercanda dalam menyebut alat kelamin. Toh, itu adalah bagian tubuh kita kan, Bun?

"Jadi bisa kita sampaikan ke anak, 'Alat kelamin kamu adalah bagian tubuh yang sama pentingnya dengan anggota tubuh kamu yang lain jadi kita harus menghargainya'" tambah Adis.

Adis sendiri mengenalkan alat kelamin pada buah hatinya sejak bayi. Waktu si anak ganti popok, Adis akan bilang, 'Nak, ini penisnya ibu bersihkan dulu ya biar bersih, nah sekarang bisa dipakai deh popoknya'. Ketika dari bayi sudah dibiasakan mendengar alat kelamin dengan nama sebenarnya, diharap saat beranjak besar anak nggak menganggap edukasi seks bukan hal tabu untuk dibicarakan.


"Jadi sampai sekarang, anak saya terbiasa dengan kata-kata ini. Kalau ada keluhan, anak jadi ngerti misal dia ngeluh penisnya sakit, ya dia bilang kalau penisnya sakit. Kan lebih enak didiskusikan, jadi ketika saya bawa anak ke dokter, dia juga bisa menjelaskan lebih deskriptif dan jelas. Ini juga menegaskan pada anak kalau alat kelamin tidak patut untuk dibawa dalam konteks bercanda," ungkap Adis.

Kamis, 09 November 2017

November 09, 2017

Fakta Berhubungan Intim Saat Hamil

Berhubungan intim saat hamil, why not?

Hai Bunda - Jika kehamilan Anda normal dan tidak mengalami masalah apa pun, melakukan hubungan seksual saat hamil tergolong aktivitas yang aman. Meski demikian, ada beberapa hal yang harus dicermati.

Baca Juga : Kondisi Vagina Perempuan Setelah Melahirkan

Perubahan kondisi tubuh di awal kehamilan seperti perubahan hormon, pengerasan payudara, mual, naik turunnya emosi, dan kelelahan dapat menurunkan hasrat untuk berhubungan intim. Saat kandungan membesar, hasrat seksual mungkin tetap turun karena sakit punggung dan pertambahan berat badan yang dirasakan wanita..Namun ternyata pada sebagaian lain wanita, dapat terjadi peningkatan hasrat seksual yang berkaitan dengan peningkatan produksi hormon.

Fakta tentang Berhubungan Intim Saat Hamil

Jika kehamilan Anda normal, berhubungan intim saat hamil tidak akan membahayakan. Berikut beberapa fakta yang layak Anda simak.

1. Bayi Anda terlindungi cairan ketuban rahim yang kuat, sehingga aktivitas seksual tidak akan membahayakannya. Perlindungan ini dibantu dengan otot rahim serta lendir tebal yang menutup mulut rahim untuk menghindarkan infeksi. Penis yang masuk saat bersenggama tidak akan mencapai bayi.

2. Semua posisi hubungan seksual saat hamil umumnya aman selama Anda merasa nyaman. Anda dapat mencoba menyesuaikan posisi dengan perubahan perut yang kian membesar. Misalnya daripada berbaring telentang, mungkin Anda dan pasangan dapat berbaring berhadapan, atau Anda yang berada di posisi atas.
Umumnya, keguguran tidak diakibatkan hubungan seksual, tapi karena pertumbuhan janin yang tidak normal.

3. Seks oral umumnya juga cenderung aman dilakukan di masa kehamilan. Hanya saja, pastikan agar pasangan tidak meniupkan udara ke vagina karena ada sedikit risiko embolisme udara, yaitu udara yang dapat menutup pembuluh darah. Kondisi ini berbahaya bagi Anda dan janin. Sementara, seks anal tidak disarankan karena dapat menyebabkan tersebarnya infeksi bakteri dari anus ke vagina, dan terutama jika Anda mengalami hemoroid.

Komunikasikan perubahan yang Anda rasakan pada tubuh dan emosi kepada pasangan, sehingga Anda berdua dapat mencari cara terbaik untuk berhubungan intim. Di samping itu, komunikasikan juga jika Anda sedang merasa tidak nyaman untuk berhubungan intim. Keintiman dapat dibangun lewat obrolan, pelukan, dan ciuman.

Perubahan bentuk tubuh juga membuat Anda mungkin tidak lagi percaya diri ketika berhubungan intim. Padahal, kebanyakan pria berpendapat bahwa istrinya menjadi lebih menarik secara seksual saat hamil.

Kondisi yang Perlu Dihindari bila Berhubungan Intim Saat Hamil

Walau umumnya aman, namun ada kondisi yang membuat Anda dan pasangan perlu membatasi, bahkan menghindari hubungan seksual saat hamil, yaitu:

1. Hindari hubungan seksual, termasuk seks oral, jika pasangan Anda sedang memiliki penyakit menular berbahaya seperti herpes oral, penyakit menular seksual, ataupun HIV. Kondom lateks dapat juga digunakan untuk melindungi diri.

2. Hindari hubungan seksual jika Anda pernah mengalami perdarahan berat di masa kehamilan. Dalam kondisi ini, hubungan seksual dapat meningkatkan risiko perdarahan berat.

3. Hindari hubungan seksual saat ketuban pecah karena dapat meningkatkan risiko infeksi.

4. Seks saat hamil juga dianjurkan dibatasi saat Anda mengandung bayi kembar.

5. Hindari seks saat leher rahim mulai terbuka lebih cepat.

6. Hindari seks jika Anda pernah mengalami persalinan prematur.

7. Tunda hubungan seks jika Anda mengalam plasenta previa karena berisiko menyebabkan perdarahan.

Kram setelah berhubungan intim saat hamil adalah hal normal. Namun periksakan ke dokter jika kram tidak reda setelah beberapa menit atau jika Anda mengalami perdarahan. Di samping itu, segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami perdarahan atau keluar cairan berbau tidak sedap dari vagina setelah hubungan seksual. Cairan ini dapat menjadi tanda terjadinya infeksi.

Baca Juga : Ini Ternyata Penyebab Sperma Rusak

Kesimpulannya, berhubungan intim pada saat masa hamil adalah aktivitas yang aman selama tidak ada masalah pada kehamilan tersebut. Jika Anda ragu, konsultasikanlah ke dokter.

Kram setelah berhubungan intim saat hamil adalah hal normal. Namun periksakan ke dokter jika kram tidak reda setelah beberapa menit atau jika Anda mengalami perdarahan. Di samping itu, segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami perdarahan atau keluar cairan berbau tidak sedap dari vagina setelah hubungan seksual. Cairan ini dapat menjadi tanda terjadinya infeksi.

Kesimpulannya, berhubungan intim pada saat masa hamil adalah aktivitas yang aman selama tidak ada masalah pada kehamilan tersebut. Jika Anda ragu, konsultasikanlah ke dokter.

Selasa, 31 Oktober 2017

Oktober 31, 2017

Kondisi Vagina Perempuan Setelah Melahirkan

Efek Vagina Perempuan Setelah Melahirkan
Efek Vagina Perempuan Setelah Melahirkan
Hai Bunda - Perempuan memang diciptakan menjadi seorang ibu dengan tahap yang sungguh luar biasa, mulai dari hamil, melahirkan juga mengurus buah hatinya. Akan tetapi hal tersebut merupakan tanda dimana Kamu menjadi perempuan sejati. Dengan hamil dan juga melahirkan menjadikan kamu sebagi perempuan yang sempurna, bukan?

Akan tetapi, Hamil dan juga melahirkan tentu mengubah hidupmu. Hal tersebut menjadi awal dari berubahnya bentuk fisik Kamu, terutama pada bagian vagina. Padahal vagina merupakan aset yang sangat penting untuk suami Kamu. sedikitnya ada 5 perubahan yang terjadi pada vagina pasca seorang perempuan melahirkan, diantaranya:

1. Miss V Kering

Perubahan ini akan Kamu rasakan pasca setelah Kamu melahirkan. Miss v yang terasa kering tentu menjadi keluhan yang tidak dapat dipisahkan, terutama bagi sebagian besar ibu. Miss v yang kering disebabkan oleh menurunnya hormon estrogen yang diakibatkan fase seorang perempuan sedang menyusui.

Miss V yang kering dipengaruhi oleh hormon saat menyusui. Akan tetapi, hal ini akan terjadi hanya sementara. Jika seorang perempuan sudah selesai menyusui atau mulai menstruasi lagi dengan siklus seperti biasanya, maka hormon estrogen akan kembali normal dan miss akan kembali seperti sediakala.

2. Miss V Lebar

Jangan heran jika setelah melahirkan miss v Kamu menjadi lebar dan juga tidak sempit lagi. Hal ini wajar karena proses melahirkan bukanlah proses yang dianggap sepele. Mengeluarkan bayi dari dalam perut melalui vagina tentu akan mengakibatkan vagina menjadi lebar. Hal ini dikarenakan otot pada area vagina menjadi longgar.

Akan tetapi, miss v akan berangsur-angsur menyempit setelah satu tahun pertama pasca melahirkan, akan tetapi tidak kembali pada awal ketika Kamu gadis. Untuk itu, latihan senam kegel atau lebih sering disebut dengan pengencangan otot vagina saat dianjurkan untuk Kamu lakukan.

3. Pendarahan Miss V

Pasca melahirkan tentunya terjadi pendarahan pada perempuan dianggap hal yang sangat wajar. Pendarahan ini berupa keluarnya cairan vagina yang merupakan kombinasi dari darah, cairan didalam vagina dan juga lendir. Hal ini sering disebut dengan nifas.

Pada fase ini, pendarahan yang terjadi disebabkan oleh darah yang berasal dari rahim setelah proses melahirkan. Ini merupakan fase pembersihan pada miss v dan akan berlangsung selama 40 hari atau sekitar 6 minggu. Untuk itu, perubahan pada vagina akibat pendarahan pasca melahirkan merupakan hal yang normal.

4. Warna Miss V Berubah

Jika warna pada miss v tiba-tiba berubah, hal ini memang disebabkan oleh luka ataupun tarikan jaringan pada area miss v saat melahirkan. Tentunya, Kamu akan melihat perubahan warna pada vulva vagina dan juga labia yanng berubah menjadi kehitaman.

5. Miss v Terasa Lebih Sakit

Banyak sebagian besar perempuan yang mengeluhkan akan rasa sakit ini. Hal ini disebabkan oleh area pada miss v mengalami perobekan pasca melahirkan. Akan tetapi, rasa sakit pada miss v ini akan berlangsung sekitar 1-2 bulan dalam masa penyembuhan. Hal itu tentu merupakan hal yang sangat wajar.

Demikianlah 5 perubahan yang terjadi pada miss v setelah melahirkan. Tentunya, ini bukanlah sesuatu yang harus Kamu takuti, akan tetapi sesuatu yang harus Kamu syukuri.

Perubahan ini merupakan salah satu bukti bahwa Kamu telah menjadi perempuan yang sejati dengan hamil dan juga melahirkan seorang anak. Banyak perempuan di luar sana yang tidak mengalami perubahan pada vagina, namun mereka belum dikarunia keturunan di dalam hidupnya.

Senin, 30 Oktober 2017

Oktober 30, 2017

Pentingnya Zat Besi Untuk Si Buah Hati

Pentingnya Zat Besi Untuk Anak - Hai Bunda Ku
Pentingnya Zat Besi Untuk Anak
Hai Bunda - Zat besi jadi salah satu mikronutiren yang penting untuk tumbuh dan kembang anak. Sayangnya, kecukupan zat besi nggak jarang terabaikan ketika orang tua memberi asupan makanan untuk si kecil.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari, sedangkan anak umur 1-3 tahun (batita) butuh zat besi lebih sedikit, yaitu 7 mg per hari. Nah, Bun, ASI cuma memenuhi 0,3 mg zat besi per hari. Sehingga, sisa kebutuhan zat besi si kecil perlu dipenuhi lewat asupan makanan sehari-hari

"Zat besi penting untuk pembentukan sel, termasuk pembentukan sel darah merah. Sehingga, sirkulasi darah lebih maksimal. Sel darah merah ini kan membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak," kata dr Caessar Pronocitro MSc, SpA ditemui usai Cerita Bunda yang digelar HaiBundaKu bersama Morinaga Platinum di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan.

Nah, dalam jangka panjang, anak yang kekurangan zat besi IQ-nya 12,9 poin lebih rendah di bawah anak yang nggak kekurangan zat besi. Saat ini terjadi, apa efeknya, Dok? Kata dr Caessar, kondisi ini bakal berefek ke kecerdasan dan konsentrasi anak. Nggak cuma itu, anak juga jadi gampang lelah. Alhasil, aktivitasnya kurang karena dia nggak seaktif anak lain.

"Efeknya lebih luas karena zat besi dibutuhkan untuk metabolisme tubuh kita," tambah dokter yang berpraktik di RSPI Bintaro dan RS Sari Asih Ciputat ini. dr Caessar bilang, daging jadi sumber makanan yang kaya akan zat besi. Tapi, kalau ada kendala seperti finansial, memberi hati baik itu hati ayam atau sapi juga nggak masalah kok, Bun.

Nah, menurut IDAI, banyak banget bahan makanan di sekitar kita yang kaya akan zat besi. Sayuran berdaun hijau seperti selada air, kangkung, brokoli, bayam hijau, buncis dan kacang-kacangan kaya akan zat besi lho. Selain itu, bahan makanan hewani seperti daging merah dan kuning telur juga kaya zat besi dan lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan sumber nabati.

"Dalam proses pengolahan bahan makanan, sangat perlu diperhatikan pengolahan yang baik dan benar sehingga kandungan zat makanan misalkan zat besi tidak berkurang dari bahan makanan tersebut. Usahakan anak banyak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi untuk mencegah anemia defisiensi besi," tulis IDAI dalam situs resminya.

   

About


Hai Bundaku adalah portal online yang memberikan tips kehamilan, menyusui, bayi, parenting, motherhood sekaligus tempat Bunda berbagi pengalaman.